Sabtu, 19 Oktober 2013

TIPS MEMBACA BUKU

TIPS MEMBACA BUKU
Membaca bagi setiap individu mempunyai fungsi untuk menjadikan manusia yang sejalan dengan perkembangan zaman. Nah, bagaimana jika dihadapkan dengan buku yang tebal dan sulit untuk dipahami. Buku ini bisa saja menjadi tugas kamu untuk dipresentasikan kembali. Tentu diantara kita ada yang mengalami kesulitan. Banyak mahasiswa yang tidak tahu cara membaca buku yang baik
. Sehingga begitu datang waktu 
presentasi, mahasiswa tersebut tidak bisa menyampaikan isi buku secara utuh.
Ada beberapa cara yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk membaca
 buku secara mudah dan tepat. Tetapi tentunya tidak semua buku bisa dibaca
 seperti itu. Hanya buku-buku yang merupakan gagasan orisinil atau
 buku-buku yang menawarkan suatu ide atau gagasan tentang suatu
 perubahan. Cara-cara tersebut adalah:
1. pahami latar belakang penulisan buku tersebut
Biasanya
, seorang penulis yang baik akan menjelaskan secara singkat tentang latar belakang penulisan bukunya, apakah untuk menyanggah pemikiran orang lain,
menjelaskan fenomena yang terjadi, atau menyelesaikan permasalahan. Jika latar
belakang (sense of crisis) penulisannya sudah ditemukan, maka
 akan dengan mudah kita memetakan buku tersebut
2. melihat
 permasalahan apa yang diangkat oleh buku tersebut
Bisa saja masalah 
sosial, politik, budaya, pendidikan atau masalah-masalah lainnya. Dari permasalahan inilah 
nantinya kita akan mengetahui peta kajian berikutnya, karena
 permasalahan yang muncul itu akan memunculkan bab-bab atau
 sub sab-sub bab berikutnya

3. Mencari tahu solusi 
apa yang ditawarkan oleh penulis
Di sini kita akan menemukan 
teori, metode dan jawaban-jawaban teoritis dan praktis yang 
dijelaskan oleh penulis. Dari sini pula, kita juga bisa melakukan perbandingan dengan penulis-penulis lain dalam menghadapi permasalahan 
yang sama
4. Melakukan kritik terhadap gagasan-
gagasan tersebut
Seperti apakah gagasan tersebut orisinilkah, mengikuti, meneruskan atau melengkapi
 pemikir-pemikir sebelumnya.
5. Menyimpulkan apakah tulisan tersebut bisa dijadikan sebagai
 referensi dalam penilisan karya ilmiah dan sebagainya.
Akan lebih baik jika dalam membaca sebuah buku, kita mencatat poin-poin penting dalam sebuah note atau sekedar menandai poin-poin penting langsung di buku tersebut. Jadi, setelah selesai membaca buku tersebut, kita bisa membaca ulang note yang telah kita tulis. Kita juga bisa menggunakan pola 5W+1H (what,  when, who, why, where, dan how) untuk membuat pertanyaan mengenai sebuah bacaan untuk membuat kita semakin memahaminya.


TIPS MEREVIEW JURNAL
Tidak hanya buku, jurnal bisa menjadi referensi untuk sebuah karya ilmiah.  Review jurnal merupakan sebuah strategi untuk bisa mempermudah memahami inti dari penelitian yang telah dilakukan. Setiap mahasiswa khususnya jurusan Psikologi seharusnya memiliki sedikit kemampuan melakukannya. Terkadang seorang dosen memberi tugas mahasiswanya untuk melakukan hal ini dengan tujuan agar jurnal yang dibahas dapat dipahami sepenuhnya oleh mahasiswa.
Dewasa ini untuk mencari sebuah jurnal bisa dibilang mudah. Selain bisa didapat di perpustakaan, kita juga dapat men-download-nya di beberapa situs yang menyediakan fasilitas tersebut. Terkadang beberapa dari jurnal itu bisa diunduh secara cuma-cuma. Namun biasanya akan muncul masalah. Terlalu banyak mendownload jurnal malah sulit untuk mencari apa yang kita cari. Mencari dan men-download jurnal mudah, tapi membacanya yang susah. Berikut adalah tips yang bisa membantu:
1. Seleksi artikel berdasarkan judul.
Lakukanlah seleksi manual dengan membaca judul jurnal yang akan di-download.
2. Pilah artikel berdasarkan abstrak
Abstrak, seperti namanya, adalah bentuk ringkas dari tulisan. Membaca abstrak bisa memberikan gambaran kepada kita apa yang dibahas pada jurnal tersebut. Jika setelah membaca abstrak tulisan tersebut bukanlah yang dicari, maka pisahkanlah jurnalnya dari daftar bacaan.
3. Baca sedikit demi sedikit
Mulailah membaca jurnal sedikit demi sedikit. Kemampuan/kecepatan membaca kita bisa ditingkatkan denga teknis skimming dan scanning.
Setelah melakukan seleksi jurnal, langkah selanjutnya adalah mereviewnya. Adapun beberapa pokok bahasan yang perlu di tampilkan dalam melakukan review, diantaranya:
1. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian
Mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai.

2. Metode
Mengungkapkan mengenai metode apa yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan.
3. Hasil dan Pembahasan
Dalam pokok bahasan ini mengambil hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat



Memutuskan untuk membaca buku setelah mengetahui kandungannya
Jangan buang waktu kita untuk membaca sebuah buku tanpa sebelumnya mengenali informasi apa yang dipunyai buku tersebut. Kita bisa mengenali kandungan suatu buku dengan mengidentifikasi beberapa bagian dari buku dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa hal yang dapat menjadi penuntun bagi kita, selain judul dan penulis, untuk mengetahui kandungan suatu buku adalah:

Pertama, tulisan di sampul belakang. Tulisan yang terdapat pada sampul belakang buku biasanya merupakan hal yang ingin ditonjolkan buku tersebut. Bentuknya bisa berupa tulisan singkat atau abstrak buku tersebut, atau bisa juga berupa komentar-komentar dari beberapa orang mengenai buku tersebut.
Kedua, Daftar isi. Daftar isi sangat berguna untuk mengetahui cakupan atau rincian materi yang dikaji di buku. Selain itu, melalui daftar isi kita bisa langsung menemukan tema yang benar-benar dibutuhkan. Karena bisa jadi, dari sekian banyak bab suatu buku, hanya satu atau dua bab saja yang benar-benar sesuai dengan yang kita butuhkan.
Ketiga, Indeks. Buku yang baik dan memenuhi standar adalah buku yang menyertakan indeks di dalamnya. Indeks dalam sebuah buku berisi kosakata-kosakata penting atau kata-kata kunci beserta lokasi/halaman dimana kosakata tersebut berada dalam buku. Indeks biasanya ditempatkan di bagian akhir buku sebelum daftar pustaka. Indeks berguna untuk menelusuri informasi spesifik dalam sebuah buku, misalnya informasi mengenai sebuah teori berikut pencetusnya.
Keempat, Daftar pustaka. Ada dua kegunaan utama daftar pustaka bagi seorang pembaca. Yang pertama adalah untuk mengetahui keluasan bahasan serta bobot ilmiah buku. Dari daftar pustaka kita bisa mengetahui dari mana saja seorang penulis merujuk informasi dalam proses penyusunan bukunya. Yang kedua adalah sebagai penuntun bagi pembaca untuk menentukan buku selanjutnya yang akan dibaca sebagai pendalaman terhadap tema yang serupa dengan buku yang telah dibaca.
Kelima, Pengantar atau bagian pendahuluan. Sebagian pembaca kerap melewatkan bagian ini ketika membaca sebuah buku. Padahal banyak hal yang bisa kita dapat didalamnya. Beberapa diantaranya adalah latar belakang dari ditulisnya buku tersebut, orang-orang yang terlibat dalam penulisan buku, serta metode penyajian buku yang disampaikan langsung oleh penulis. Bahkan ada beberapa buku yang menjadikan bagian pengantar dan pendahuluan sebagai ringkasan dari keseluruhan buku tersebut.

Bagaimana membacanya?

Setelah memutuskan bahwa sebuah buku akan kita baca, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana membaca buku tersebut. Tiga hal utama yang sangat mempengaruhi seefektif apakah kita bisa menyerap gagasan utama atau informasi yang kita butuhkan dalam buku meliputi : metode atau cara membaca, tempat, serta waktu membaca. Tidak ada standar yang secara tepat dapat digunakan semua orang terkait masalah metode, waktu, dan tempat membaca. Contohnya, tidak semua orang menyenangi membaca di tempat sepi, karena adapula yang lebih senang jika membaca sambil diiringi dengan musik. Jadi, yang terpenting adalah mengetahui selera dalam membaca buku terkait tiga masalah tadi. Kenalilah selera kita ketika membaca.

Selain pertimbangan selera, hal lain yang penting untuk menentukan cara, waktu, serta tempat membaca adalah jenis buku dan tujuan kita membaca buku tersebut. Buku yang isinya ringan dan bahasanya mudah dicerna, bisa dibaca kapan dan dimanapun kita mau. Akan tetapi buku yang ‘berat’ dan sulit dipahami, sementara itu tujuan kita membaca buku itu adalah untuk memahami beberapa teori terkait tugas kuliah yang sedang dihadapi, tentu saja dalam membacanya pun memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi. Membacanya memerlukan waktu yang lama, tidak bisa kita membacanya dengan tergesa menggunakan teknik membaca cepat misalnya. Karena alih-alih mendapatkan sesuatu dari buku tersebut, malah kita kebingungan sendiri dengan apa yang telah dibaca. Yang demikian tentu saja tidak terkategorikan sebagai cara membaca yang cerdas. Karena inti dari membaca cerdas adalah membaca dengan cara yang tepat, waktu yang hemat, serta hasil yang akurat.